Banyak Pembangunan Aset di Desa Talang Jaya Yang Dibiayai Dana Desa Terbengkalai

OGAN KOMERING ILIR, jurnalisbicara.com –  Aset Desa Talang Jaya yang dibangun menggunakan Dana Desa tidak berfungsi sesuai rencana, salah satunya pembangunan obyek wisata Waterboom yang dianggap banyak kalangan tidak bermanfaat bagi warganya.

Pembanguan yang memakan waktu selama 4 tahun mulai tahun 2020-2023, saat Visyadi menjabat sebagai kepala desa tersebut, menelan biaya yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp. 1,300,000.00 ( satu milyar tiga ratus juta rupiah).

Terkait hal ini, Kepala Desa Talang Jaya periode 2023-2028, Kelvin Afindo mengatakan Aset Desa Talang belum sepenuhnya dia terima, salah satunya obyek wisata Waterboom itu.

“Waterboom yang menjadi aset desa sampai saat ini tidak berfungsi, terkait hal ini kami sudah sering berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan PMD namun tidak ada tanggapan,” terangnya.

Ditempat terpisah Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (Permak), Heris buka bicara, dia menilai, penggunaan anggaran Dana Desa Talang Jaya Kecamatan Sungai Menang, tidak tepat sasaran.

“Seperti kolam renang itu sudah lama tidak berfungsi dan kami anggap pembangunannya tidak bermanfaat bagi masyarakat, terlebih sampai saat ini belum pernah beroperasi,” ujarnya.

Ia memgaku akan menurunkan tim investigasi guna mendapatkan Informasi yang lebih kongkrit terkait hal tersebut.

“Jika nanti kita temukan adanya unsur Korupsi, maka akan kita Laporkan kepihak yang berwenang, mengingat pembangunannya menggunakan Dana Desa hingga mencapai Rp 1,300,000,00, tentu kami juga akan meminta klarifikasi dari mantan kepala desa terkait anggaran dana desa yang digunakan tersebut,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta pihak kecamatan. PMD, dan Inspektorat untuk segera mengevaluasi laporan penggunaan dana desa di Desa Talang Jaya yang laporannya dianggap banyak mengandung  kejanggalan.

Baca Juga :  Juliana Terpilih Jadi Kepala Desa Cilangkap

Salah satu warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, warga tidak bisa berbuat apa-apa, saat Waterboom dibangun, padahal lanjutnya, pembangunan tersebut di anggap mubazir.

“Kami juga tidak tahu kenapa sampai saat ini belum digunakan,” bebernya.

pantauan awak media, lokasi sekitar Waterboom sudah banyak ditumbuhi semak belukar, dan pagarnya sudah ada yang roboh, sangat disayangkan jika dibiarkan seperti itu.

Sampai berita ini diterbitkan mantan kepala Desa Talang jaya belum bisa dikonfirmasi.(tim)