Ragam  

Pengunjung Keluhkan Pelayanan Pengelola Pasar Malam Montana Di Segitiga Emas OKI

OKI – JURNALISBICARA – Belum selesai masalah pemberian ijin keramaian di seputaran lapangan segi tiga emas yang diberikan Dinas pariwisata Ogan Komering Ilir (OKI), sumatera selatan (Sumsel) kepada pengelola pasar malam (pasmal) Montana, kini masyarakat Oki dihebohkan dengan banyaknya kawanan copet yang berkeliaran di area pasar malam tersebut.

Adanya indikasi persaingan bisnis antara dua pengelola pasar malam Montana dan pasar malam Safaria, yang telah lebih dulu buka di lapangan Gedung Olahraga (GOR) perahu kajang, yang lokasinya berdekatan membuat keduanya berlomba lomba menarik pengunjung dengan menyuguhkan aneka permainan hingga menurunkan harga tiket.

Sayangnya tarif tiket 2500 rupiah yang di bandrol pihak Montana tak dibarengi dengan kesigapan dari crew pasar malam. Hal ini dikeluhkan oleh Agustoni, salah satu pengunjung yang anaknya hampir saja terjatuh saat bermain Ontang anting di pasar malam Montana pada Sabtu (4/11/2023) malam.

Agus mengatakan, anaknya hampir jatuh dikarenakan aksi berebut pengunjung lain untuk memilih tempat duduk. Sementara karyawan yang menjaga permainan tidak sigap dalam mengatur pengunjung.

” Putra saya hampir terjatuh oleh pengunjung yang lain karena ingin menduduki tempat yang saat itu diduduki anaknya. Terlihat pengelola pasar malam tidak sigap mengantisipasi luapan pengunjung, sehingga petugas tidak mengatur dan memerhatikan keselamatan pengunjung ” ungkapnya

Dirinya yang sempat emosi sempat menegur dan komplain ke petugas disana agar lebih peka terhadap keselamatan penunjung, jangan cuma meraup keuntungan tapi tidak memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.

Bentuk rasa kecewanya terhadap pelayanan yang di berikan pihak pasar malam, agus memberikan lagi tiket yang telah di beli dan meminta di kembalikan uangnya.

Sementara itu pihak pasar malam Montana saat dikonfirmasi oleh awak media tidak ada yang bersedia menemui wartawan di lokasi pasar malam. (Sahilin)