Soal limbah, Warga Geruduk PT.Wilmar Group Kuala Tanjung, Tuntut Pembebasan Lahan 75 KK

KAB.BATUBARA, jurnalisbicara.com – Tujuh puluh lima KK warga desa Kuala Tanjung, Dusun III dan Desa Lalang Dusun IV Kab.Batubara, Sumatra Utara, berbondong- bondong melakukan unjuk rasa didepan pintu gerbang PT.Wilmar group Kuala Tanjung menuntut pembebasan lahan, Rabu (08/11/2023) sikira pukul 08:00 wib.

Pantauan dilapangan, beberapa poster terbentang dilokasi aksi unjuk rasa dengan tulisan “Buka mata dan hati PT.wilmar , kami manusia tuntaskan dan ganti rugi rumah kami PT Wilmar kami tidak bisa menunggu lagi”.

“Kami sudah tidak tahan bermukim dibelakang PT Wilmar karena bau busuk limbah dari PKS”

“tolong pak, pakai akal sehat. dikarenakan pabrik mu yang besar, limbah mu kami yang telan. Setetes minyak goreng pun tak pernah kami dapat”

“Pengukuran lahan, sudah berjalan selama tiga bulan, namun belum juga ada ganti rugi. Kami manusia pak bukan hewan”

“Apa hanya limbah yang kami dapatkan dan bau busuk,kebisingan ,pencemaran air laut, pencemaran air sumur yang berubah menjadi hitam sehingga tak tidak layak untuk diminum, buka hati anda pak”

Sementara itu, ditempat terpisah kepada awak media kordinator aksi unjuk rasa Dedy asmadi Nasution membenarkan aksi di PT Wilmar grup dari aliansi masyarakat terdampak (AMT) dengan jumlah masyarakat 100 orang.

“Pihak menajemen sampai saat ini, belum dapat memberikan kepastian kapan akan dilakukan pembayaran tanah dan rumah warga yang berlokasi kanan dan kiri disebelah pintu gerbang PT.Multimas Nabati Asahan, sedangkan PT tersebut sudah hampir 25 tahun lama nya beroperasi” tutupnya. (Rudi)