Inilah Dampak Buruk Keseringan Minum Minuman Bersoda

Ilustrasi: Minuman soda. (Pixabay)

JURNALIS BICARA – Mengkonsumsi minuman bersoda mungkin menjadi rutinitas sebagian orang.

Namun hal tersebut jika tidak dihindari akan mengakibatkan bahaya yang merenggut kesehatan tubuh.

Meminum soda setiap hari justru akan membuat kondisi tubuh Anda tak baik bahkan akan mengalami kelelahan berlebih.

Baca Juga: 5 Manfaat Memakan Sayur Kol Bagi Kesehatan

Dirangkum Junalisbicara.com dari berbagai sumber pada Minggu, 26 Februari 2023, berikut ini bahaya meminum soda.

1. Mengidap Penyakit Kronis

Selain dapat menyebabkan obesitas, minum soda setiap hari juga akan meningkatkan risiko seseorang mengidap sindrom metabolik, gangguan kadar gula darah, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Baca Juga: Gawat! Ternyata, Keseringan Makan Petai Bisa Sebabkan Masalah Serius Pada Kesehatan

Parahnya lagi, wanita yang mengkonsumsi lebih dari satu kaleng minuman bersoda akan memiliki risiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular kronis, serta tekanan darah tinggi.

2. Mengidap Kanker

Minuman bersoda mengandung bahan kimia berbahaya benzena yang dapat menyebabkan kanker.

Benzena sendiri akan terbentuk ketika asam benzoat bercampur dengan asam askorbat dan logam seperti besi atau tembaga.

Baca Juga: Tiba-Tiba Nyeri Ulu Hati Apakah Normal? Ketahui Penyebabnya Disini

Bercampurnya bahan-bahan berbahaya ini akan menyebabkan reaksi kimia dan terbentuklah benzena, yaitu bahan kimia penyebab kanker.

3. Mengalami Obesitas

Minuman soda yang kamu pikir dapat dikonsumsi sebagai minuman diet untuk mencegah kenaikan berat badan, hal tersebut merupakan mitos belaka.

Pasalnya, soda bebas gula yang kamu konsumsi sebagai minuman diet ternyata mengandung gula 200-600 kali lipat lebih banyak.

Hal ini tentu akan membuat lemak di perut kamu menumpuk sebanyak tiga kali lipat. Jadi, masih percaya jika soda bisa kamu konsumsi sebagai minuman untuk diet?

Baca Juga :  Baru 90 Persen Penimbangan Balita di Kabupaten Garut