Dari Hobby Mengoleksi Benda Bersejarah, Museum Siliwangi Diapresiasi Ketum AMI

KOTA SUKABUMI, jurnalisbicara.com – Ketua Yayasan Ponpes Dzikir Al Fath Sukabumi, KH. Fajar Laksana merasa bangga dengan apa yang selama ini beliau lakukan. Berangkat dari kebiasaan mengumpulkan benda benda bersejarah, mulai dari arca, fosil, dokumen, naskah, sampai mata uang kuno.

Semua benda bersejarah tersebut dikumpulkan di museum Siliwangi yang berada di komplek ponpes. Beberapa waktu lalu BRIN (Badan Research Inovasi Nasional) melakukan penelitian terhadap benda benda tersebut.

Dan hasilnya ada 80 benda di museum yg memiliki katagori sebagai Artefak terbagi dalam 3 periode yaitu, Periode pengaruh islam ada 26 Benda artefak, meliputi Naskah Kitab Kuning.Mushaf Alquran , benda koleksi dari kesultanan Turky usmani.

Kedua Periode Pengaruh Kolonial dan Post Kolonial ada 54 benda artefak, meliputi. Dokumen naskah jaman belanda,melayu indonesia lama, sunda dan jawa, mata uang koint dan kertas masa voc hingga awal kemerdekaan.

Sementara Ketua Umum AMI(Asosiasi Museum Indonesia) Putu Suparma Rudana, M.B.A yang juga anggota komisi 6 DPR-RI, mengapresiasi Ponpes Dzikir Al Fath, BRIN, Pemerintah Kota Sukabumi. Ini sebagai langkah yang baik dalam bersinergi dan komprehensif untuk mengangkat kembali segala potensi yang dimiliki oleh kota Sukabumi.

“Karena kalau orang datang ke suatu daerah harus tahu dulu kearifan lokal yang ada. Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang tahu dan kenal sejarah dan warisan bangsanya.” Katanya.

Terkait penganggaran, menurutnya sampai saat ini di rasa masih sangat kurang, karena pemerintah daerah juga ada kendala dan prioritas dalam membangun daerah, kedepan budaya menjadi prioritas, sehingga permuseuman adanya lembaga yang khusus setingkat Kementerian Kebudayaan dan Permuseuman.

“Tentu ini akan menjadi penguat promosi Indonesia yang luar biasa,” Pungkasnya. (ida)