Plt. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman Hadiri Hari Jadi ke-158 Kabupaten Jeneponto

02/05/2021 04:20

“Prosesi ditutup dengan launching dan penandatanganan prasasti proyek tahun 2020 serta penyerahan satu unit mobil pemadam kebakaran oleh PT. Bank Sulselbar”

JENEPONTO –  Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman menghadiri puncak acara peringatan hari jadi ke -158 Kabupaten Jeneponto, Sabtu. (01/05/2021).

Hadir dalam acara, Plt. Gubernur Sulsel, Bupati Jeneponto, DPRD Provinsi Sulsel, Forkopimda, DPRD Jeneponto, Para Camat, Lurah /Kepala desa, Perguruan Tinggi, dan Perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan LSM.

Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman mengatakan, meski acara di kemas minimalis dan sederhana, namun perayaan hari jadi tetap berjalan hikmat dan bahagia.

“Alhamdulillah, kita bersyukur di hari jadi kabupaten Jeneponto ke-158 ini, kita dapat bersilaturahim dengan bapak dan ibu sekalian. Apalagi sekarang dalam suasana bulan suci Ramadhan,” ungkap Plt. Gubernur Sulsel.

Bupati Jeneponto, H. Iksan Iskandar saat memberikan sambutan di Hari Jadi ke-158 Kabupaten Jeneponto. Sabtu, (01/04/2021).

Sementara itu, Bupati Jeneponto, H.Iksan Iskandar memaparkan perayaan hari jadi ke-158 saat ini memang sedikit berbeda, karena masih situasi pandemi Covid-19.

“Kesederhanaan serta semangat hari jadi ini, harus kita maknai sebagai titik balik kebangkitan kabupaten Jeneponto kearah yang lebih baik dan smart dimasa-masa yang akan datang,” ujar Bupati disambut riuh dan tepuk tangan hadirin.

Bupati juga menghimbau bagi masyarakat yang tidak dapat menghadiri prosesi di sekitar kantor daerah, bisa menontonnya secara virtual di rumah.

“Sengaja, prosesi dilakukan dengan membatasi jumlah undangan dan selebihnya disiarkan secara daring melalui media elektronik,” tutur H. Iksan Iskandar.

READ ALSO

Jabar Keluarkan Surat Edaran Untuk Batasi Mobilitas Antar Daerah

Seperti halnya dikatakan panitia HUT ke-158 Jeneponto, pihaknya menjelaskan perihal undangan secara terbatas dan kegiatan tanpa ada perayaan. 

“Hanya 200 undangan saja, itupun kita terapkan prokes ketat. Tahun ini kita memang tidak ada lomba maupun upacara. Hal ini, dimaksud agar tidak berkerumun untuk mencegah timbulnya kluster baru,” tutup dia. (Awing/Jubir).***

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya