Kadisdik Resmikan Tugu Sekolah Model Profil Pelajar Pancasila Jabar Masagi

09/12/2022 07:58

Kadisdik Jabar, Dedi Supandi dalam peresmian “Tugu Sekolah Model Profil Pelajar Pancasila Jabar Masagi” di SMAN 25 Kota Bandung, Kamis (24/11/2022).

BANDUNG– Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi bersama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Dirjen PAUD Dikdasmen Kemdikbudristekdikti RI, Iwan Syahril meresmikan “Tugu Sekolah Model Profil Pelajar Pancasila Jabar Masagi” di SMAN 25 Kota Bandung, Kamis (24/11/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 1.500 siswa SMA/SMK/SLB dari 16 sekolah di Jabar ini dalam rangkaian pembukaan peringatan Hari Guru 2022 “Niti Bukti Sakola Masagi dari Jawa Barat untuk Indonesia”.

Kadisdik menyampaikan, hari ini merupakan sebuah kolaborasi 16 SMA, SMK, dan SLB di Jabar yang dilakukan secara bergotong-royong.

“Meningkatkan mutu pendidikan tidak bisa lagi dilakukan sendirian. Karena Jawa Barat ini begitu luas maka kuncinya adalah gotong-royong. Saling berbagi ilmu dan kekuatan tiap satuan pendidikan seperti yang telah dicontohkan oleh 16 sekolah penyelenggara kegiatan hari ini,” tutur Kadisdik.

Pihaknya pun terus melakukan ikhtiar perbaikan mutu pendidikan di daerah, salah satunya melalui program pendidikan karakter Jabar Masagi yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

“Saat ini, kita meresmikan Tugu Sekolah Model Profil Pelajar Pancasila Jabar Masagi berbentuk kujang, berkaitan dengan belajar masagi dan Pancasila,” jelas Kadisdik.

Hidup Harus Punya Banyak Nilai

Sedangkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, hidup itu harus punya banyak nilai. Dengan agama hidup lebih terarah, dengan ilmu hidup menjadi lebih mudah, dengan kerja nyata hidup lebih berfaedah. “Kita paham, dimana-mana adablah yang pertama, ilmu baru yang kedua. Walaupun ilmu berguna, budi luhur tetap yang utama,” tuturnya.

Gubernur pun menegaskan agar jangan menjadi generasi yang pintar tapi julid. “Itu harus dihadirkan di dunia pendidikan. Kepala sekolah dan guru jangan hanya kaku pada kurikulum yang baku. Murid memiliki karakter berbeda. Guru harus niti surti alias sensitif, jangan semua siswa disamakan. Masalah kepintaran hanya numerik,” tegasnya.

Jawa Barat, tambahnya, mendapat apresiasi dari Kemendikbudristek terkait tiga program Merdeka Belajar, yakni literasi, numerasi, dan karakter. “Nomor tiganya (pendidikan karakter) Jabar sudah sangat siap sehingga ini menjadi sebuah percontohan. Simbolisasinya dalam bentuk tugu tentang model belajar Jabar Masagi yang pancasilais. Itu ditunjukkan dalam proses pembelajaran. Insya Allah, orang tua tenang menitipkan anaknya bersekolah di Jabar karena pendidikan karakternya dilatih serius,” pungkasnya.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Ende Nusa Tenggara Timur (Djafar H. Achmadi), Kabid GTK Disdik Jabar (Awan Suparwana), dan Kepala KCD VII (Firman Oktora) ini disuguhi pertunjukan kolaborasi angklung, degung, dan tari, palang pintu praktik pernikahan adat Betawi, interaksi Gubernur dengan siswa serta mengunjungi stan pameran praktik baik sekolah masagi. (Red).*

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x