Mosi Tidak Percaya PAC Kepada DPC PPP Kabupaten Sukabumi Sebagai Bentuk Evaluasi Untuk Perbaikan Partai Kedepan

KAB.SUKABUMI, jurnalisbicara.com – Baru-baru ini PPP Kabupaten Sukabumi diramaikan oleh Mosi Tidak Percaya 33 PAC kepada Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi. Apa yang sebenarnya terjadi, hasil konfirmasi dari beberapa orang pengurus,
membenarkan.

Ketua PAC PPP Kecamatan Cicurug, Heri Mulyadi ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa ia menandatangani Mosi tersebut.

Heri juga menerangkan bahwa kejadian ini merupakan bentuk teguran kawan-kawan agar kepemimpinan Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi menjadi lebih baik. Tantangan Partai dalam menghadapi pemilu 2024 tidaklah mudah, harus melibatkan seluruh elemen partai serta diperlukan kekompakan dan kebersamaan dalam menghadapinya.

“Tidak bisa Ketua hanya melibatkan segelintir orang saja, harus menyeluruh.” kata Heri dalam keterangannya.

Hasil survey yang menempatkan raihan PPP 7% di Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, menunjukkan bahwa PPP masih harus bekerja lebih keras, angka itu memperlihatkan pada kita semua bahwa partai kita belum optimal melaksanakan konsolidasi secara menyeluruh dan lebih luas, kegagalan kita di Pemilu 2019 harus dijadikan pelajaran berharga, bagaimana managemen pengelolaan maupun tim yang bekerja di lapangan harus dievaluasi menyeluruh jangan-jangan itu lagi itu lagi.

“Kita tidak boleh melakukan kesalahan yang sama. Kami harap Ketua DPC legowo mundur,” katanya.

Ditempat terpisah, Ketua PAC PPP Kecamatan Pabuaran, Faisal Yusuf memberikan tanggapan bahwa ini merupakan bentuk protes PAC terkait beberapa hal yang dirasa menyimpang dari AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai.

Faisal menyebut dari banyak point yang diutarakan kepada DPP dan DPW PPP yang krusial adalah persoalan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) yang belum lama ini dilaksanakan.

Faisal menilai adanya ketidaksesuaikan pelaksanaan Mukercab sebagaimana diatur dalam AD/ART partai dari mulai perencanaan sampai dengan hasil Mukercab itu sendiri.

Baca Juga :  Polres Sukabumi Naikan Status Kasus "Mafia Tanah Di Palabuhanratu", Dari Penyelidikan Menjadi Penyidikan

“Mengingat Mukercab adalah forum permusyawaratan yang levelnya setingkat dibawah Musyawarah cabang, maka kami wajib meluruskan ini, “ ujarnya.

Senada dengan Faisal, salah satu Pengurus DPC PPP Kabupaten Sukabumi Ade Yusuf menilai bahwa dari proses dimana tidak didahului oleh proses rapat ditingkat Pengurus Harian DPC sampai pada hasil Mukercab yang pada prakterknya terdapat point yang sama sekali tidak dibahas dalam forum tersebut.

Mukercab yang dilaksanakan banyak menyimpang dengan AD/ART Partai. Bahkan beberapa point Mukercab melampaui aturan diatasnya, tentu ini wajib kami luruskan.

“Mosi tidak percaya ini merupakan ikhtiar kami agar terjadi perbaikan kedepan,” pungkasnya.

Ade berharap aspirasi kawan-kawan didengar oleh pihak DPP dan DPW agar DPC segera berkonsentrasi dalam rangka Pemilu 2024.

“Pemilu 2024 harus dihadapi dengan kebersamaan semua elemen pengurus, kader dan anggota Partai, harus digerakkan disemua dapil, tidak hanya sebatas di Dapil tertentu saja. Musyawarah Ranting se Kabupaten Sukabumi juga harus secepatnya tuntas,” ujar Ade Yusuf.

Selain itu, Ade menerangkan bahwa secara pribadi hubungan kawan-kawan dengan Ketua DPC tidak ada persoalan.

“Kami hanya meluruskan kinerjanya sebagai Ketua DPC, kami sayang pada beliau, mudah-mudahan dengan ikhtiar ini beliau terketuk hatinya untuk legowo demi kebaikan partai. Tentunya kami sama-sama instrospeksi untuk perbaikan Partai” tambah Ade.(Sopandi)