Diduga Ada Intervensi Bawaslu Dalam Penggantian Staf Panwascam Kecamatan Tambaksari, FMPT Datangi Kantor Panwascam

17/01/2023 20:28

KAB.CIAMIS, jurnalisbicara.com – Puluhan Orang perwakilan yang tergabung dalam Forum Masyarkat Peduli Tambaksari (FMPT) datangi Kantor Panwascam Kecamatan Tambaksari, sehubungan dengan adanya proses penggantian Staf Panwascam Kecamatan Tambaksari yang diduga terjadi intervensi dari Oknum Bawaslu sehingga membatalkan hasil Pleno Komisioner Panwascam Kecamatan Tambaksari, Selasa (17/1/2023)

Berikut Tuntutan Forum Masyarakat Peduli Tambaksari terhadap Panwascam Tambaksari dan Bawaslu Kab.Ciamis

1. Panwascam Tambaksari mencabut surat usulan pengganti antar waktu (PAW) staff Panwascam atas nama Diki karena cacat hukum (adanya intervensi dari oknum Bawaslu yang menolak secara sepihak rekomendasi sebelumnya)

2. Panwascam Tambaksari Mengusulkan kembali calon staff pengganti sesuai surat usulan sebelumnya yaitu sdri Ee Rohaeti sebagaimana hasil rekomendasi dari komisioner Panwascam

3. Bawaslu harus tegas dan terbuka untuk memberikan sanksi terhadap oknum Bawaslu yang sudah melakukan intervensi karena sudah mencidrai dan mencoreng nama baik Bawaslu sendiri yang bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu karena azas netralitasnya patut d pertanyakan

4. Apabila tuntutan kami tidak di kabulkan maka kami akan melaporkan kejadian ini ke DKPP Pemilu dengan di sertai data-data dan fakta-fakta yang sudah kami miliki serta akan kami lakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Ciamis sebagai bentuk lanjutan perjuangan ini.

Menanggapi hal tersebut Ketua Lanwascam, Kecamatan Tambaksari, Agus menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya sampai beberapa kali ke Bawaslu Kabupaten Ciamis, tapi selalu ditolak.

“Kami tetap mengusung sodari Ee Rohaeti tetapi selalu di tolak. Dan ranah peng SK an ada di Bawaslu Kab.Ciamis, kami tidak punya wewenang untuk itu,” ujarnya.

“Mengenai masuknya nama Diki asal rancah, itu diusulkan oleh Bawaslu dengan Alasannya karena Diki alumni Sekola Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tahun 2019 dan juga menguasai bidang ITE,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut widi salah seorang perwakilan audien sangat kecewa dan merasa disepelekan, karena terkesan bahwa masyarakat Tambaksari tidak ada yang mampu dalam bidang ITE.

“Kalau alasan ite itu sangat tidak mendasar marena di Tambaksari juga banyak orang yang mampu di bidang ITE, jangan jadi terkesan menyepelekan,” ungkapnya.

“Kami juga tidak memaksa bila ibu Ee Rohaeti ada kekurangan di bidang ite. Tapi kami minta gali dulu orang dari tambaksari,” tambahnya. (Heryadi)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x