Camat Palabuhanratu Tinjau Warga Badak Putih Terdampak Banjir Pembangunan Perumahan

13/01/2022 08:15

KAB.SUKABUMI, jurnalisbicara.com – Camat Palabuhanratu, H.Ali Iskandar beserta rombongan meninjau langsung warga terdampak banjir di RW 9, Kampung Kuta Mekar, RW 10 Badak Putih, Kelurahan Palabuhanratu dan warga RW 15 Kampung Gunung Sumping, Desa Citepus, Rabu (12/1/22).

Hadir menyertai Camat, Lurah Palabuhanratu, Hendriana, Kasi Trantibum Kecamatan, Yadi Supriadi, Kasi Trantibum Kelurahan, Ade, perwakilan PT.Pesona Parida Regency, Elin Sri Mulyani, para Ketua RW dan RT serta tokoh masyatakat.

Berdasarkan peninjauan lokasi, ada sejumlah kerusakan yang diakibatkan luapan banjir dampak langsung dari kegiatan Cut and File rencana pembangunan perumahan komersial tersebut.

Dampak yang dirasakan secara langsung oleh warga antara lain, banjir air bercampur lumpur memasuki sejumlah warga, pendangkalan sungai dan rusaknya Turap Penahan Tanah (TPT) rumah warga.

Hal ini disampaikan dan dikeluhkan Ketua RW 9 Kampung Kutamekar, Supriadi yang juga dibenarkan M.Lutfy dan Maidin, selaku warga terdampak lainnya.

Menanggapi hasil tinjauan lapangan,Camat Palabuhanratu,H.Ali Iskandar menjelaskan, “Kami bersama warga dan pengembang, menyaksikan ada keluhan warga, sekaligus menyaksikan apa saja yang sudah dilakukan oleh pengembang,” ucapnya.

Ali meminta, hal tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak pengembang, “Paling utama itu dua hal, pertama berkaitan dengan bagaimana melakukan rehabilitasi terhadap warga yang terkena dampak, tadi ada bangunan yang rusak, WC yang jebol, TPT ambrol, kemudian ada barang yang hilang, lantai yang kotor dan lain sebagainya,” ungkap Ali.

Ali meminta kondisi tersebut untuk dipertimbangkan, apalagi yang sifatnya strategis.

“Satu sisi pembangunan harus berjalan, dalam rangka investasi dan pembangunan rumah bisa dilaksanakan namun bagaimana caranya agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar lokasi pembangunan,” imbuhnya.

Karena, lanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, sudah melakukan survey lapangan dan mengadakan pengkajian, juga perhitungan, “Insya Allah secepatnya, kami akan meminta secara sederhana, secara awam tidak ada aliran tidak terkendali ke perkampungan, itu yang terpenting, sehingga warga merasa tenang dan merasa nyaman melangsungkan kehidupan di lokasi tersebut,” katanya.

Dia berharap agar dampak dari pembangunan yang ada, misal membangun TPT, membangun embung dan mengalihkan saluran air yang tadinya masuk ke perkampungan ke tempat lain yang lebih aman, hal ini tentunya berkoordinasi dengan petugas teknis atau tenaga ahlinya.

“Nantinya kalau ada rekomendasinya dari petugas teknis,nanti itulah yang akan kita kawal bersama, agar masyarakat merasa tenang dan investor pun bisa melanjutkan kegiatan pembangunannya,” katanya.

Sementara itu perwakilan dari pengembang PT.Pesona Parida Regency,akan melakukan upaya meminimalisir dampak,dengan meninggikan TPT, membangun embung dan mengalihkan saluran air ketempat lain yang lebih aman, pungkasnya. (Sopandi)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x