Forkopimda Garut Bahas Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadan

31/03/2022 16:39

GARUT, JURNALISBICARA.COM – Bertempat di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (31/3/2022), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat diwawancara wartawan, menyampaikan, bahwa hasil dari Rakor tersebut pihaknya akan membuat maklumat dalam rangka tertibnya pelaksanaan bulan suci Ramadan, karena saat ini Kabupaten Garut masih berada di Level 2 pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali.

Meski ada beberapa pembatasan yang akan diterapkan, imbuh Rudy, pihaknya memperbolehkan ibadah solat teraweh di Kabupaten Garut, namun tetap senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi kalau teraweh itu diperbolehkan tapi tetap menjaga jarak (dan) masih menggunakan masker, di tempat-tempat di mana mesjid besar kalau terjadi membludak ya itu oleh kita nanti dilakukan evaluasi, jadi sekarang itu ya tarawih itu lebih menyebar di mesjid-mesjid yang lebih banyak di daerah yang tempat tinggalnya dekat, jadi teraweh diperbolehkan,” ujar Bupati Garut.

Selama bulan suci Ramadan, pihaknya akan tetap melaksanakan vaksinasi, terlebih berdasarkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa vaksinasi di siang hari tidak membatalkan ibadah puasa.

“Jadi kami tetap Puskesmas membuka layanan (vaksinasi) statis tapi ya, layanan statis nanti itu kalau datang ke Puskesmas terutama untuk Booster kami melayani, di masa itu kamu tetap memberikan pelayanan terhadap vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, berkaitan dengan Pedagang Kaki Lima (PKL), Rudy mengimbau kepada para pedagang harus tetap tertib dan juga menerapkan protokol kesehatan.

“Kami membuka satu tempat berdagang di Islamic Center silahkan ada asosiasi, tapi tetap menggunakan prokes, kalau tidak (menerapkan) prokes kami TNI, Polri dan Satpol PP saya memberikan kuasa untuk membubarkan,” himbaunya.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya nanti akan memperluas bazar ataupun operasi pasar, mengingat harga beberapa sembako yang masih mahal.

“Nah selanjutnya kami juga memperhatikan akan memperluas proses yang berhubungan dengan bazar ataupun operasi pasar, karena tadi melihat minyak goreng kan kemarin (harganya) melambung 24 ribu sekian ribu gitu ya jadi kami hitung,” tutur Rudy.

Selain itu, imbuh Rudy, berkaitan dengan tempat pariwisata dan sebagainya akan dibicarakan lebih lanjut, setelah Kepolisian Resor (Polres) Garut meresmikan Operasi Ketupat Lodaya.

“Jadi intinya bahwa nanti menjelang Idul Fitri ya kita ke tempat pariwisata dan sebagian sebagainya itu akan dibicarakan khusus setelah Polres nanti meresmikan Operasi Ketupat, Operasi Ketupat masuk kita akan ada rapat lagi, nanti khusus menyangkut masalah mudik lebaran, karena sekarang ini mudik lebaran boleh ya (termasuk) tempat-tempat Pariwisata dan sebagainya.” tandasnya. (Red).**

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
4 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x