Bupati Garut Sebut 1.9 Juta Jiwa Warganya Masuk DTKS, Namun, Tidak Semua Mendapatkan Bantuan

01/06/2022 00:17

GARUT –  Di Kabupaten Garut terdapat sekitar 1.9 juta jiwa masuk dalam DTKS. Namun, tidak semua dari data tersebut mendapatkan bantuan. Oleh karena itu, orang-orang yang tidak mendapatkan bantuan tersebut harus diperhatikan.

Hal itu disinggung Bupati Garut, Rudy Gunawan, ketika memberikan sambutan dalam acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petugas Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2022, yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Terusan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (31/5/2022).

“Yang mendapatkan bantuan (dari) berbagai macam bantuan dari mulai PKH, BPNT, BPJS (dan) segala macam itu hampir 1.2 (juta jiwa), yang tidak mendapatkan bantuan meskipun masuk dalam DTKS ini sekitar 700 ribu, nah ini yang harus diperhatikan, bisi Ma Enoh (masyarakat) kaliwat (terlewat),” jelasnya.

“Ayo Jangan Ada Yang Terlewatkan”, kalimat itulah berulangkali dilontarkan orang nomor satu di Kabupaten Garut di hadapan 100 orang perwakilan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan fasilitator yang ada di Kabupaten Garut.

Rudy mengungkapkan, di hari ini dirinya memiliki agenda yang padat , namun dirinya tetap mengupayakan hadir dalam acara ini, karena menurutnya, acara peningkatan kapasitas petugas verifikasi dan validasi ini berhubungan dengan nasib rakyat.

“Hari ini saya sangat padat (agendanya) Bu Endah, tapi saya ini merupakan super prioritas, kegiatan ini adalah super prioritas bagi Bupati, karena siapapun yang menjabat sebagai Bupati yang dipilih oleh rakyat, tentu perhatian terhadap nasib rakyat ini menjadi super prioritas,” tegas Bupati Garut.

Sementara itu, Kepala Dinsos Garut, Aji Sukarmaji, menuturkan bahwa acara hari ini dihadiri oleh sekitar 100 orang dari perwakilan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan fasilitator yang ada di Kabupaten Garut.

Ia juga mengatakan para peserta dalam kegiatan ini mendapatkan materi dari perwakilan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, serta dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Garut.

“Hari ini mungkin narasumbernya dari Pusdatin (atau) pusat data dan informasi Kemensos, dan dari Disdukcapil kaitan bagaimana kita memveverifikasi validasi data DTKS, supaya benar-benar di lapangan ini data DTKS itu sesuai dengan yang validitas, (atau) itu betul-betul apa yang didata nanti,” tutur Aji.

Ia memaparkan, banyak sekali manfaat dari adanya DTKS ini, salah satunya menjadi dasar penerimaan bantuan yang didapatkan oleh masyarakat, mulai dari bantuan pembiayaan BPJS Kesehatan, BPNT, PKH, kepemilikan KIP, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Sehingga diharapkan dengan verifikasi validasi data DTKS itu di lapangan betul-betul data yang valid, jadi betul-betul yang membutuhkan sesuai dengan syarat, kalau sekarang memang masih ada yang harusnya membutuhkan tapi tidak masuk data DTKS, mudah-mudahan ini bisa dilakukan oleh semua pilar sosial di masyarakat,” tandasnya.* (Indra).

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x