Ambu Anne Ratna Mustika : Alhamdulilah MOW dan MOP di Purwakarta Selalu Melebihi Target

13/01/2023 09:46

KAB.PURWAKARTA, jurnalisbicara.com – Bupati Purwakarta Ambu Anne Ratna Mustika, memberikan Apresiasi kepada DPPKB Purwakarta yang menurut Penilaian Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat pelaksanaan kegiatan pelayanan MOW merupakan yang pertama di Jawa Barat.

“Saya mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada kepala DPPKB beserta seluruh jajaran, para kader yang luar biasa bergerak karna Purwakarta ternyata untuk capaian di 2022 kemarin realisasinya seluruhnya mencapai atau melebihi daripada target yg sudah ditentukan.” kata Ambu Anne Ratna Mustika, ditengah – tengah memonitor pelaksanaan MOW di Rumah Sakit Bunda Fathia kabupaten Purwakarta, Kamis (12/1/2023).

Menurut Ambu Anne, yang paling luar biasa adalah MOP untuk medis operasi pria hampir 8 kali lipat dari target yg ditentukan, dan MOW melebihi daripada target 267,6% sebanyak 68 axeptor.

Di 2023 ternyata ada tantangan untuk Kabupaten Purwakarta target MOW nya harus melebihi dari tahun sebelumnya yaitu 288 axeptor. Sampai hari ini hari ini baru ada 32 dari target calon axeptor 40.

“Baru ada 32 orang nanti sampai akhir tahun 2023 mudah-mudahan bisa mencapai 288 axeptor, kemudian MOP juga ini hampir 2 kali lipat dari tahun lalu 21 axeptor dan implant serta IUD juga kita mentargetkan lebih dari pada tahun yang lalu, kalo implan ini ada 2096 axeptor dan kemudian IUD nya 1607,” sngkap Ambu Anne.

Ambu Anne meyakini target yang luar biasa tersebut akan tercapai dengan gerakan kolektif antara DPPKB dengan Dinas Kesehatan, para camat, kepala desa, dan lurah agar terus di dorong oleh para kader secara masif.

“Kabar baik nya adalah ternyata Purwakarta menjadi salah satu kabupaten dengan capaian terbaik untuk MKJP dengan peserta axeptor baru, jadi peserta KB baru untuk MKJP jangka panjang, seperti IUD dan implan,” sambung Ambu Anne.

Dikatakan Ambu Anne, hari ini dapat dilihat di indikator makro LPP Kabupaten Purwakarta masih dibawah 1% tahun 2021, 2022 kemarin belum di rilis mudah mudahan juga tetap dibawah 1% sehingga menjadi salah satu indikator dalam upaya terus peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah kaitan dengan penurunan LPP di suatu daerah termasuk di Purwakarta,

Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat

Dr. Drs. Wahidin, M.Kes mengungkapkan memberikan apresiasi kepada Ambu Anne yang sudah luar biasa untuk program keluarga berencana selalu di depan, makanya seperti yang boleh tadi disampaikan bahwa tahun kemarin target-target yang diberikan semuanya melebihi 100% maka pada tahun ini mentarget dan sekaligus mengalokasikan anggaran yang lebih misalnya untuk MOW yang dulu 68 sekarang 288 mendekati 4 kali lipat.

“Saya yakin sangat akan bisa kita realisasikan, karna animo di Purwakarta sangat luar biasa dan tentu animo ini di dukung juga dengan kegiatan yang sudah rutin di Purwakarta yang disebut oleh ambu anne ini gempungan setiap hari rabu, dan implan saya kira menjadi no 1 karena animo masyarakat semakin berkembang, karena memang ini metode yang cukup praktis dan saya kira ekonomis,” Wahidin.

Menurut Wahidin, upaya upaya untuk menurunkan stunting, sangat relevan program KB dari banyak riset menunjukkan bahwa ini secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada perubahan stunting, dan stunting ini juga menjadi satu program sangat penting di Kabupaten Purwakarta.

“Kemarin saya dapat informasi juga tim pendamping keluarga yang jumlahnya di Purwakarta sekitar 2300 sudah dikumpulkan oleh ibu Bupati dan diberikan motivasi, bukan hanya di berikan edukasi tapi juga motivasi karna juga mereka yang berasa di garda depan dan sekaligus mereka ada volunteer yang memang kerjanya banyak sukarela maka memang motivasi yang diberikan ibu Bupati luar biasa,” ungkap Wahidin.

Dijelaskan Wahidin, Kalau MOP maupun MOW memang ada prasyarat khusus yaitu anaknya minimal 2 dan tidak boleh masih balita, kecuali kalo anaknya sudah 3 atau 4 ada balita bisa, tapi kalo anaknya baru 2 tidak boleh anaknya masih balita.

“Jadi itu salah satu syarat dan protaf yang kita lakukan, kenapa ya karna memang secara teori anak masih dibawah 5 tahun rentan sakit dan lain-lain, jadi ini harus kita jaga,” pungkas Wahidin. (Dwi)

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x