Lemhanas RI Apresiasi Kurikulum Disdik Jabar, Diminta Jadi Contoh

11/10/2022 10:33

APRESIASI: Lemhannas RI memberikan apresiasi kepada Disdik Jabar yang telah menerapkan materi wawasan kebangsaan. Hal ini diharapkan jadi contoh provinsi lain.

BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Ba­rat (Jabar) mendapatkan apre­siasi dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Repu­blik Indonesia (RI) terkait materi pemahaman wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan Jabar. Menurut Lemhannas, program pema­haman wawasan kebangsaan itu layak ditiru seluruh pro­vinsi se-Indonesia.

Sekadar diketahui, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidi­kan (Disdik) Jabar telah me­nerapkan praktik pembumian Pancasila di sekolah, baik melalui kurikulum, program dan kegiatan. Praktik tersebut diterapkan melalui kurikulum Antiradikalisme-Terorisme dan kurikulum Antikorupsi untuk SMA, SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supan­di, mengatakan, pembumian Pancasila pada pelajar akan terus ditekankan agar terwu­jud kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kami juga menerapkan paham ini sampai tingkat SD dan SMP. Bahkan, di tingkat SD pola-pola membumikan Pancasila dibentuk dalam berbagai per­mainan yang sifatnya tradi­sional,” katanya.

Seperti diketahui, Indonesia akan memasuki generasi emas pada 2045. Dalam momen ini, peran siswa maupun siswi, khususnya pelajar SMA, SMK dan SLB, sangat dibutuhkan.

Meski demikian, Dedi tak me­nampik jika dalam praktik pembumian Pancasila pada era digitalisasi memiliki tan­tangan tersendiri.

Selain intoleransi, radika­lisme dan terorisme, sambung dia, tingkat kesopanan dalam berselancar di dunia maya juga perlu diperhatikan siswa dan siswi. Pasalnya, tingkat kesopanan netizen Indonesia saat ini telah menempati po­sisi paling rendah di Asia Pa­sifik.

”Banyak terjadi misin­formasi dan hoaks yang sulit dibendung. Tingkat kesopanan kita cenderung mulai terkikis,” ujar Dedi.

Oleh karena itu, lanjut dia, Disdik Jabar sudah menerap­kan kurikulum Pencegahan dan Penanggulangan Radika­lisme serta kurikulum Antiko­rupsi. Selain itu, Disdik Jabar juga membentuk sekolah-sekolah toleran dengan menga­jarkan siswa dan siswi agar mampu memilah berita hoaks. Penerapan yang dilakukan Disdik Jabar termasuk dengan menggulirkan program Tujuh Harkat.

Tujuh Harkat dikemas dengan berbagai tema praktik yang setiap hari berbeda. Pada Se­nin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu diisi dengan praktik baik khas.

”Misalnya di hari Senin, kami membuat lebih kepada karakter wawasan kebangsaan. Selasa bela ne­gara, Rabu budaya lokal, Kamis cerita soal internasional jum­lah tentang agama dan ter­masuk bagaimana menghar­gai orang tua,” kata Dedi. (Red).*

Rekomendasi Anda

banner-single-post2
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Terkini Lainnya

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x