Tingkatkan Pontensi Guru SMP N 2 Kandis Gelar IN House Training IKM

OGAN ILIR – JURNALIS BICARA – Guna Mewaujudkan Peningkatan Pontesi Guru Pendidik dan Tenaga Pendidik di sekolahnya, 13 guru pengajar SMP Negeri 2 Kandis kabupaten Ogan Ilir, mengikuti kegiatan In House Traning Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan pemanfaatan Google Workspace menggunakan chromebook pada Senin – Selasa (29-30/5/2023). Bertempat di ruang komputer SMP Negeri 2 Kandis.

Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kandis Muhamad Hayat,SPd.Sd. disela waktu kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang atas perintah Dinas pendidikan Kabupaten Ogan ilir, untuk meningkatkan kopentensi guru didik dan pengajar.

“kemarin salah satu guru dari sekolah kami yang bernama Ahmad Risani mengikuti Sosialisasi in House Trening IKM di kota Palembang untuk di terapkan ke sekolah. Seperti hari ini, kami mengadakan kegiatan In House Trening selama dua hari, Senin kemarin hingga hari ini Selasa (29-30/5/2023),” papar kapsek Hayat, Selasa (30/5/2023).

Dikatakan lebih lanjut, di hari pertama melakukan kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), dan di hari kedua kegiatan Pemamfaatan google workspece chromebook.

“Intinya kegiatan ini adalah pelatihan yang di lakukan di lingkungan sekolah yang di ikuti oleh para guru,” Jelasnya.

Kepsek Hayat menerangkan, ada sekitar 13 guru di sekolahnya yang mengikuti kegiatan in house training IKM ini.

“Ada sekitar 13 orang guru pendidik di sekolah kami yang mengikuti kegiatan in house training IKM ini, saya berharap setelah in house training IKM dan pemaanfaaatan chromebook, guru pendidik kami dapat memahami tentang implementasi kurikulum merdeka dan menggunaan chromebook untuk aflikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM),karena kedepan di tahun 2023 /2024 nanti kita akan menggunakan kurikulum merdeka yang menggunakan Platform Merdeka Mengajar,” jelas Kepsek.

Masih kata Kepsek di kurikulum merdeka ada meteri – materi dan video-video pembelajaran, jadi sangat berguna untuk pembelajaran di tahun ajaran baru. “Karena kurikulum merdeka ini adalah salah satu pengganti kurikulum 2013,
di kurikulum merdeka siswa di tuntut agar lebih inovatif lagi bisa mengembangkan diri dan bisa mebuat ide-ide yang bagus,” Tegas Kepsek.

Baca Juga :  Pastikan Penanganan Wabah Penyakit Kerbau, Pj Bupati Asmar Pantau Langsung di Lapangan

Ahmad Risani SPd, Perwakilan dari SMP N 2 kandis mengaku senang mendapat tugas dari kepala sekolah, menjadi guru penggerak,di kecamatan kandis dan kecamatan Rantau Alai.

“Saya senang mendapatkan tugas dari kepala sekolah SMP Negeri 2 Kandis, untuk mensosialisasikan salah satu program pemerintah terkait kurikulum merdeka,” Kata Ahmad.

Sambungnya, selain di SMP negeri 2 kandis dan di kecamatan kandis,”saya juga mendapatkan kepercayaan dari komunitas guru penggerak untuk mensosialikan program kurikulum merdeka di di kecamatan Rantau Alai di beberapa bulan yang lalu,” terangnya.

“Dikegiatan kurikulum merdeka ini kami sosialisasikan secara umum, di mulai dari Pilosofinya, prinsifnya dan sampai penyusunan pamlet alokasi waktu dan jadwal pembelajaranya,” Paparnya.

Lanjut Risani, Kurikulum merdeka ini adalah lanjutan dari kurikulum tahun 2013 yang memiliki perbedaan dengan kurikulum merdeka, Yang pertama adalah setiap guru diberikan keleluasan untuk mencari materi yang ansesial dalam pelajaran, jadi tidak seluruh materi itu di ajarkan, tetapi materi ansesial yang dibutuhkan oleh murid dan berorentasi terhadap murid.

“Yang kedua adalah ada proyek penguatan propit pancasila atau P5. Dimana setiap sekolah itu di berikan keleluasan untuk memberikan proyek yang berkaitan dengan tema-tema yang dekat dengan lingkungan sekolah tersebut,” Jelasnya

Dia berharap dengan kegiatan sosialisasi kurikulum merdeka ini adalah sekolah -sekolah dapat menerapkan kurikulum merdeka secara baik dengan relefan dengan kondisi siswa dan bermanfaat bagi perkembangan pembelajaran.

“Untuk jam pelajaran tidak ada penambahan waktu, tetap sama,” tukas Ahmad. (Rosita Dewi).