Ini Dampak Screentime pada Anak Usia Dini, Berikut Cara Mengatasinya

GARUT – Paparan layar atau penggunaan perangkat elektronik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern saat ini. Anak-anak usia dini secara rutin berinteraksi dengan berbagai perangkat elektronik, seperti smartphone, tablet, dan televisi. Meskipun teknologi ini memberikan banyak manfaat dalam pembelajaran dan hiburan, ada kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai potensi bahaya penggunaan perangkat elektronik pada perkembangan anak-anak usia dini. Screentime merupakan lama waktu penggunaan layar media elektronik seperti televisi, smartphone, laptop, dan tablet (Priyoambodo & Suminar, 2021)

Dari pemahaman umum anak-anak muda, media elektronik memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik untuk bermain video game, menonton Video YouTube, dan lainnya. Para ahli telah lama berpendapat bahwa bagaimana anak-anak menggunakan waktu mereka memiliki pengaruh yang signifikan dalam perkembangan keterampilan, hubungan, sikap, dan pola perilaku mereka (Pratiwi, 2020). Meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak usia dini telah menimbulkan pertanyaan mengenai dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak. Anak-anak usia dini, yaitu anak-anak yang berusia di bawah lima tahun mengalami fase krusial dalam perkembangan otak, sosial, dan fisik. Terlalu sering berinteraksi dengan perangkat elektronik dapat memiliki efek buruk pada perkembangan anak.

Tidak hanya dapat menyebabkan kesulitan berpikir atau kurang konsentrasi, penggunaan layar yang berlebihan pada anak juga dapat menghambat kemampuan berpikirnya. Terutama jika anak tersebut telah terbiasa menggunakan perangkat elektronik sejak usia 1-3 tahun ketika otaknya masih sangat rentan dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (theasianparent, n.d.). Selain itu, penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan juga berhubungan dengan penurunan kemampuan bahasa dan keterampilan membaca pada anak usia dini (Priyoambodo & Suminar, 2021)

Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF pada tahun (2020), menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia dini dapat menyebabkan keterlambatan dalam perkembangan, dengan 12,7% anak mengalami perkembangan yang tidak sesuai. Penelitian ini juga mencatat bahwa penggunaan gadget memiliki dampak negatif terhadap emosional anak, dengan 14,2% anak mengalami gangguan perkembangan emosional akibat penggunaan gadget (Setyarini et al., 2023).

Baca Juga :  SDN CBM Dewi Sartika Resmi Menjadi Sekolah Ramah Anak

Interaksi sosial merupakan komponen penting dalam perkembangan sosial anak. Terlalu sering terpapar oleh layar elektronik dapat menghambat hubungan social langsung dengan orang tua dan teman sebaya. Orang tua bisa membantu mencegah keterlambatan pertumbuhan, kecanduan perangkat elektronik, dan masalah emosional pada anak dengan menetapkan batasan penggunaan layar mereka. Karena kurangnya pengalaman hidup, anak-anak membutuhkan pengawasan dan bimbingan yang konstan. Arahan dan petunjuk dari orang tua berperan sebagai pendorong menuju kedewasaan yang penuh kepercayaan diri dan mandiri (Setyarini et al., 2023).